Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab yang dia panjatkan sehingga doanya dikabulkan lalu diwujudkan (oleh Allah) dan sesungguhnya aku menyembunyikan doaku sebagai syafa’at bagi umatku pada hari kiamat.” [HR. Muslim No. 297]
Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, yang 71 golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’ [Shahih, HR. Ibnu Majah]
Abu Naajih ‘Irbadh bin Saariyah radhiyallahu’anhu mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati bergetar dan air mata bercucuran. Maka kamipun mengatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah. Seolah-olah ini merupakan nasihat dari orang yang hendak berpisah. Maka sudilah kiranya anda memberikan wasiat kepada kami”. Beliau pun bersabda : “Aku wasiatkan kepada kalian supaya senantiasa bertakwa kepada Allah. Dan tetaplah mendengar dan taat (kepada pemimpin). Meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena sesungguhnya barangsiapa yang hidup sesudahku niscaya akan menyaksikan banyak perselisihan. Maka berpeganglah dengan Sunnahku, dan Sunnah para khalifah yang lurus dan berpetunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi-gigi geraham. Serta jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan (di dalam agama). Karena semua bid’ah (perkara yang diada-adakan dalam agama) adalah sesat.” [Shahih, HR. Abu Dawud dan Tirmidzi]
Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam suatu khuthbahnya: “Ammaa ba’d, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitaabullaah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.” [HR. Muslim no.867]
Dari Sa’id bin Musayyab Radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang tersebut berkata, “Wahai Abu Muhammad (nama panggilan Sa’id bin Musayyab), apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?” Ia menjawab : “Tidak, tetapi Allah akan menyiksa kamu karena menyalahi Sunnah” [Sanad Shahih, HR. Baihaqi]
Dari ‘Aisyah, Ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa yang mengada-adakan (sesuatu yang baru) dalam urusan (agama) kami ini, apa-apa yang tidak ada darinya (tidak kami perintahkan, pent.) maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari No.2697 dan Muslim No.1718]
Dari Abu Hurairah ra, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ada tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah pada naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu : Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan  masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, berkumpul, dan berpisah karena-Nya, seorang Laki-laki yang dipanggil oleh seorang wanita (diajak berzina) yang berkedudukan dan cantik lalu ia menjawab, “sungguh saya takut kepada Allah”, seorang pria yang bersedekah lalu dia merahasiakan sedekahnya tersebut, sehingga ibarat tangan kanan yang bersedekah tangan kiri tidak mengetahuinya, dan seorang laki-laki  yang berzikir kepada Allah dalam kesunyian,  lalu bercucuranlah air matanya.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali membawa apa?” [HR. Muslim]
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” [Shahih, HR.Tirmidzi No. 1173]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan mahramnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]
“Kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya. ” [Shahih, HR. Ath-Thabarani]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik..” [HR. Bukhari]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya tidaklah engkau tinggalkan sesuatu karena takut kepada Allah, kecuali Allah memberimu yang lebih baik daripadanya.” [Shahih, HR. Ahmad]
“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Beliau pun ditanya, “Apa saja, ya Rasulullah?” Jawab beliau, “Jika engkau bertemu dengannya, ucapkan salam kepadanya. Jika dia memanggilmu, penuhi panggilannya. Jika dia meminta nasihat kepadamu, berikan nasihat kepadanya. Jika dia bersin lalu memuji Allah, doakanlah dia. Jika dia sakit, jenguklah dia; dan jika dia meninggal, iringkanlah jenazahnya,” [HR. Al-Bukhari No. 1240 dan Muslim No. 2162]
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Tidak sesuatu pun mengenai seseorang muslim, baik letih, penyakit, gelisah, sedih, gangguan, atau kegundahan, bahkan duri yang menancap pada anggota tubuhnya, melainkan Allah menebus dengannya sebagian dari kesalahannya.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu membentangkan Tangan-Nya di waktu malam untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan di siang hari dan juga membentangkan tangan-Nya di waktu siang untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di malam hari. Hal ini berlanjut terus-menerus sampai terbitnya matahari dari arah terbenamnya.” (Maksudnya adalah sampai saat hampir tibanya Hari Kiamat. Karena, setelah matahari terbit dari barat, tidak diterima lagi taubat seseorang). [HR.Muslim]
Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikit pun juga dari pahala-pahala mereka. [HR Muslim No.2674]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga golongan, yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta baginya adzab yang pedih. Rasulullah mengulang sebanyak tiga kali. Abu Dzar bertanya : Siapa mereka wahai Rasulullah ? Sabda beliau : Al musbil (lelaki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersumpah dengan sumpah palsu.” [HR. Muslim No.106]
Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: (1) Subhanallah, (2) Alhamdulillah, (3) Laa ilaaha illallah, dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai.” [HR. Muslim No. 2137]
Ka’ab bin Malik dari bapaknya, beliau berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam makan dengan tiga jari dan menjilati tangannya setelah makan sebelum beliau bersihkan.” [Muslim No. 2032]