istiqomah

1. Kita tahu hadits ini, tapi..? masih dengan mudahnya bersalaman dengan yang bukan mahram, bahkan menyentuhnya lebih dari itu.

“Sungguh, ditusuknya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarum besi itu lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” [Shahih, HR. Thabrani]

2. Kita tahu hadits ini, tapi..? lebih memilih shalat di rumah atau bahkan tidak shalat. (untuk laki-laki)

“Siapa yang mendengar adzan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali ada udzur.” [Shahih, HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah]

3. Kita tahu hadits ini, tapi..? tidak shalat di masjid atau bahkan menunda-nundanya. (untuk laki-laki)

Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam dan berkata:  “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku berjalan ke masjid. Lalu ia memohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar diberikan keringanan sehingga boleh shalat di rumahnya.  Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam membolehkannya. Ketika orang tersebut berpaling pergi, beliau memanggilnya dan bertanya: “Apakah kamu mendengar adzan shalat?”  Ia menjawab: “Ya”. Beliau pun menyatakan: “Maka datangilah!”  [HR. Muslim]

4. Kita tahu hadits ini, tapi..? masih seringnya membicarakan orang lain, memakan bangkai saudaranya sendiri.

Tahukah kalian apakah ghibah itu? Sahabat menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimanakah pendapatmu jika itu memang benar ada padanya ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya.” [HR. Muslim]

5. Kita tahu hadits ini, tapi..?? lebih memilih ikut mengghibah daripada membelanya.

“Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya pada hari kiamat.” [Shahih, HR. At-Tirmidzi dan Ahmad]

6. Kita tahu hadits ini, tapi..?? berusaha keras untuk mendapatkan parfum yang mewah.

“Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina.” [Hasan, HR. Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi]

7. Kita tahu hadits ini, tapi..?? masih memakai celana jeans, ketat, lekuk tubuh terlihat, memakai jilbab seperti punuk unta.

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim]

Ketahuialah bahwa apa-apa yang Allah perintahkan dan apa-apa yang dilarang-Nya, melainkan untuk kebaikan manusia. Yang tidak sepantasnya kita mengingkarinya.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” [QS. An-Nahl  : 78]

“Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akherat)” [QS. Al-Anbiya : 1]

Apakah kita mengingkarinya karena alasan dunia? Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam menasehati kita untuk tidak menjadikan dunia ini sebagai alasan dan tujuan yang menghalangi kepada kehidupan akhirat.

“Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali membawa apa?” [HR. Muslim]

Bersabar dan ikhlaslah karena Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya.

“Sesungguhnya tidaklah engkau tinggalkan sesuatu karena takut kepada Allah, kecuali Allah memberimu yang lebih baik daripadanya.” [Shahih, HR. Ahmad]

Oleh : Esha Ardhie