Shalat

Berkaitan dengan orang yang lewat di depan orang yang sholat maka hal ini ada beberapa keadaan.

1. Di depan makmum 

Jika lewat di depan orang yang makmum, maka tidak merusak sholat seseorang dan tidak pula yang melakukannya termasuk berbuat sesuatu yang mungkar, karena sutrahnya ma’mum adalah sutrah imamnya.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallaahu’anhuma berkata,

“Aku datang dengan mengendarai keledai betina, ketika itu aku sudah menginjak dewasa dan Rasulullah sholat mengimami manusia di Mina tidak menghadap tembok. Maka aku melewati di antara sebagian shof kemudian turun dan aku biarkan keledai betina itu merumput kemudian aku masuk ke dalam shof dan tidak ada seorangpun yang mengingkarinya.”  [HR. Bukhari dan Muslim]

Namun demikian, bila seseorang mendapatkan jalan lain agar tidak lewat di depan shof makmum maka ini lebih baik, sebab perbuatan tersebut jelas akan mengusik konsentrasi.

2. Di depan orang yang munfarid atau di depan imam

Jika melewati orang yang shalat munfarid atau di depan imam yang menghadap sutrah maka hukumnya haram dan berdosa.

Dari Abi Juhaim bin Shammah Al-Anshari  berkata,

“Telah bersabda Rasulullah : “Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui dosa yang ditanggungnya dari perbuatannya maka dia berdiri selama empat puluh itu lebih baik baginya dari melewati di depan orang yang sholat.” [HR. bukhari dan Muslim]

3. Gunakanlah sutrah (pembatas)

Ketahuilah, disyariatkannya sholat menghadap pembatas/sutroh telah ditegaskan oleh perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits dan perbuatan beliau. Bahkan banyak dari kalangan ulama yang menyatakan wajibnya mengambil sutrah, namun ada juga yang menyatakan hukumnya sunnah.

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian shalat, kecuali menghadap sutrah dan janganlah kalian membiarkan seorangpun lewat di hadapanmu, jika dia menolak hendaklah kamubunuh dia, karena sesungguhnya ada syetan yang bersamanya.” [HR. Muslim]

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian shalat hendaklah menghadap kepada sutrah dan hendaklah dia mendekat ke sutrah. Janganlah engkau membiarkan seorangpun lewat di antara engkau dengan sutrah. Jika ada seseorang melewatinya, hendaklah engkau membunuhnya, karena sesungguhnya dia itu syetan.”[Sanad Hasan, HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Baihaqi, dll]

Dari Sahl bin Abu Hitsmah -Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

“Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekatinya, sehingga syetan tidak memutus atas shalatnya.” [Shahih, HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Dawud, dll]

4. Batalnya sholat seseorang bila dilewati tiga makhluk

Rasulullah bersabda,

“Shalat seorang laki-laki,apabila tidak ada semacam ujung pelana dihadapannya, maka akan diputus oleh : wanita -yang haid (atau balighah), keledai dan anjing hitam”, Abu Dzar berkata bahwasanya ia berkata, “Wahai Rasulullah,apa bedanya antara anjing hitam dengan anjing merah?” beliau bersabda, “Anjing hitam adalah setan.” [HR. Muslim]

Sumber:

http://www.mediasalaf.com/tanya-jawab/lewat-didepan-orang-yang-sholat/

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/shalatlah-dengan-menggunakan-sutroh.html

http://almanhaj.or.id/content/1265/slash/0/kesalahan-orang-orang-yang-shalat-dalam-menghadap-sutrah/