Shalat

Apa yang seringkali kita saksikan tentang imam shalat yang berputar posisi menghadap ke jamaah atau ke kanan atau ke kiri, itu semua memang bersasarkan dalil dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

1. Menghadapkan wajah kepada makmum

عن سمرة رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا صلى صلاة أقبل علينا بوجهه – رواه البخاري

Dari Samurah radhiallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila selesai shalat, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami. [HR. Bukhari]

2. Berputar ke arah kanan

Terkadang beliau tidak sepenuhnya menghadap kepada makmum, melainkan hanya berputar 90 derajat ke arah kanan, sehingga makmum ada di sisi kanan dan kiblat ada di sisi kiri beliau. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits berikut ini.

عن أنس رضي الله عنه قال: أكثر ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم ينصرف عن يمينه – رواه مسلم

Dari Anas radhiallahu ‘anhu berkata, Seringkali aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berputar ke kanan. [HR. Muslim]

3. Berputar ke arah kiri

Namun terkadang beliau menghadap ke arah kiri 90 derajat, sehingga makmum ada di sisi kiri dan kiblat ada di sisi kanan, sebagaimana juga ada dalilnya berikut ini.

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: أكثر ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم ينصرف عن شمله – رواه البخاري ومسلم

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, seringkali aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berputar ke kiri. [HR. Bukhari dan Muslim]

4. Boleh menghadap kiri ataupun ke arah kanan

عن قصيبة بن هلب عن أبيه أنه صلى مع النبي صلى الله عليه وسلم فكان ينصرف عن شقيه – رواه أبو داود وابن ماجة والترمذي وقال حيث حسن

Dari Qushaibah bin Hulb dari ayahnya bahwa dia shalat bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berputar ke dua arah (kanan dan kiri). [HR. Abu Daud, Ibnu Majah, At-Tirmizy]

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim menyebutkan bahwa dengan adanya beberapa dalil di atas, bisa disimpulkan bahwa memang terkadang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat menghadap ke belakang (kiblat), terkadang menghadap ke samping kanan dan terkadang menghadap ke samping kiri.

Karena demikian rupa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya, maka buat kita hal itu menjadi teladan dan ikutan dalam ibadah shalat. Meski pun demikian, dari segi hukum tidak sampai kepada wajib, tetapi sunnah dan anjuran.

5. Jarak antara salam dengan bergeser

Berapa lama jarak antara salam dengan memutar tubuh menghadap ke belakang atau ke samping, kita juga menemukan beberapa hadits yang berbicara tentang itu. Yaitu sekedar beliau membaca istighfar tiga kali, lalu membaca lafadz Allahumma antassalam dan seterusnya, kemudian beliau segera merubah posisi atau bergeser atau berputar.

عن ثوبان كان رسول الله إذا انصرف من صلاته استغفر ثلاثا وقال: اللهم أنت السلام… – رواه مسلم

Dari Tsauban bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila selesai dari shalatnya, beliau bersitighfar tiga kali kemudian mengucapkan: Allahumma antas-salam. [HR. Muslim]

عن عائشة كان رسول الله إذا سلم لم يقعد إلا مقدار ما يقول: اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت ياذا الجلال والإكرام – رواه مسلم

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila salam tidak duduk kecuali sekedar membaca: Allahumma antassalam wa minkassalam tabarakta ya dzal jalali wal ikram. [HR. Muslim]

6. Hikmah bergeser

Beberapa ulama mencoba menuliskan sisi lain dari apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan. Di antaranya adalah apa yang ditulis oleh Ibnu Qudamah di dalam kitab Al-Mughni jilid 1 halaman 561.

Beliau mengatakan bahwa berubahnya arah duduk imam adalah untuk memastikan telah selesainya shalat itu bagi imam. Artinya agar makmum bisa memastikan bahwa imam telah benar-benar selesai dari shalatnya. Sebab dengan mengubah arah duduk, imam akan meninggalkan arah kiblat, dan hal itu jelas akan membatalkan shalatnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa dengan menggeser arah duduk ke belakang atau ke samping, berarti imam sudah yakin 100% bahwa rangkaian shalatnya sudah selesai seluruhnya dan terputus. Tidak sah lagi bila tiba-tiba teringat mau sujud sahwi atau kurang satu rakaat. Demikian disebutkan di dalam kitab Hasyiyatu Ibnu Qasim ‘alar-Raudhah jilid 12 halaman 354-355.

7. Makmum tidak bergeser kecuali imam telah bergeser

Apa yang Anda perhatikan bahwa para makmum berpindah duduk setelah imam mengubah posisi, sesungguhnya berangkat dari sebuah hadits yang melarang makmum bergeser sebelum imam berubah posisi.

عن أنس قال صلى بنا رسول الله ذات يوم فلما قضى الصلاة أثبل علينا بوجهه فقال: أيها الناس إني إمامكم فلا تسبقوني بالركو ولا بالسجود ولا بالقيام ولا بالانصراف – رواه مسلم

Dari Annas radhiallahu ‘anhu berkata bahwa suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat mengimami kami, ketika selesai shalat beliau menghadapkan wajah kepada kami dan bersabda, Wahai manusia, aku adalah imam kalian. Janganlah kalian mendahului aku dalam ruku, sujud, berdiri atau berpindah. [HR. Muslim]

Dengan landasan hadits ini maka di dalam kitab kitab Fatawa-nya jilid 22 halaman 505, Imam Ibnu Taymiyah mengatakan hendaknya makmum tidak berdiri pergi meninggalkan tempat shalat kecuali setelah imam berpindah atau menggeser arah duduknya dari arah kiblat.

Sumber : http://abuayaz.blogspot.com/2012/11/selesai-shalat-berjamaah-imam-menghadap.html