Archive for March, 2013

Shalat

Berkaitan dengan orang yang lewat di depan orang yang sholat maka hal ini ada beberapa keadaan.

1. Di depan makmum 

Jika lewat di depan orang yang makmum, maka tidak merusak sholat seseorang dan tidak pula yang melakukannya termasuk berbuat sesuatu yang mungkar, karena sutrahnya ma’mum adalah sutrah imamnya.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallaahu’anhuma berkata,

“Aku datang dengan mengendarai keledai betina, ketika itu aku sudah menginjak dewasa dan Rasulullah sholat mengimami manusia di Mina tidak menghadap tembok. Maka aku melewati di antara sebagian shof kemudian turun dan aku biarkan keledai betina itu merumput kemudian aku masuk ke dalam shof dan tidak ada seorangpun yang mengingkarinya.”  [HR. Bukhari dan Muslim]

Namun demikian, bila seseorang mendapatkan jalan lain agar tidak lewat di depan shof makmum maka ini lebih baik, sebab perbuatan tersebut jelas akan mengusik konsentrasi.

2. Di depan orang yang munfarid atau di depan imam

Jika melewati orang yang shalat munfarid atau di depan imam yang menghadap sutrah maka hukumnya haram dan berdosa.

Dari Abi Juhaim bin Shammah Al-Anshari  berkata,

“Telah bersabda Rasulullah : “Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui dosa yang ditanggungnya dari perbuatannya maka dia berdiri selama empat puluh itu lebih baik baginya dari melewati di depan orang yang sholat.” [HR. bukhari dan Muslim]

3. Gunakanlah sutrah (pembatas)

Ketahuilah, disyariatkannya sholat menghadap pembatas/sutroh telah ditegaskan oleh perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits dan perbuatan beliau. Bahkan banyak dari kalangan ulama yang menyatakan wajibnya mengambil sutrah, namun ada juga yang menyatakan hukumnya sunnah.

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian shalat, kecuali menghadap sutrah dan janganlah kalian membiarkan seorangpun lewat di hadapanmu, jika dia menolak hendaklah kamubunuh dia, karena sesungguhnya ada syetan yang bersamanya.” [HR. Muslim]

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian shalat hendaklah menghadap kepada sutrah dan hendaklah dia mendekat ke sutrah. Janganlah engkau membiarkan seorangpun lewat di antara engkau dengan sutrah. Jika ada seseorang melewatinya, hendaklah engkau membunuhnya, karena sesungguhnya dia itu syetan.”[Sanad Hasan, HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Baihaqi, dll]

Dari Sahl bin Abu Hitsmah -Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

“Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekatinya, sehingga syetan tidak memutus atas shalatnya.” [Shahih, HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Dawud, dll]

4. Batalnya sholat seseorang bila dilewati tiga makhluk

Rasulullah bersabda,

“Shalat seorang laki-laki,apabila tidak ada semacam ujung pelana dihadapannya, maka akan diputus oleh : wanita -yang haid (atau balighah), keledai dan anjing hitam”, Abu Dzar berkata bahwasanya ia berkata, “Wahai Rasulullah,apa bedanya antara anjing hitam dengan anjing merah?” beliau bersabda, “Anjing hitam adalah setan.” [HR. Muslim]

Sumber:

http://www.mediasalaf.com/tanya-jawab/lewat-didepan-orang-yang-sholat/

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/shalatlah-dengan-menggunakan-sutroh.html

http://almanhaj.or.id/content/1265/slash/0/kesalahan-orang-orang-yang-shalat-dalam-menghadap-sutrah/

 

8. Para malaikat mengucapkan “aamiin” ketika imam selesai membaca Al Fatihah

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.” [Shahih Bukhari no. 782]

9. Melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.” [Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir]

10. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ radliyallaahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.” [Shahih Muslim no. 2733]

11. Orang yang makan sahur

Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang makan sahur.” [Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519]

12. Orang yang menjenguk orang sakit

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.” [Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar bahwa sanadnya shahih]

13. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” [dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343]

14. Orang – orang yang berinfak

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu., bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit.” [Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010]

Semoga amalan yang nampak ringan bagi orang – orang yang dirahmati oleh Allah ini mampu memotivasi kita untuk mendapatkan doa dari hamba – hamba Allah yang tidak pernah bermaksiat dan membantah Rabb-Nya, serta memacu kita menjadi manusia – manusia yang beruntung.

Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

[Disalin oleh almanhaj.or.id dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H – 2000 M, Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do’akan Malaikat, Penerjemah Beni Sarbeni]

Sumber : assunnah-qatar.com/artikel/akhlaq-dan-nasehat/708-agar-kita-dido-akan-malaikat.html